Halaman

Kamis, 29 Desember 2011

Roda

Kali ini saya akan bercerita bermula dengan suatu benda yang dinamakan roda. Roda jenisnya banyak, baik roda mobil, motor ataupun sepeda.Namun, dasarnya memiliki bentuk yang sama yaitu bulat dan berputar.
Sudah menjadi sifat roda untuk bulat dan berputar (saya mengeneralisasikan semua kecuali dari sifat roda) :). Saya senang mengamati roda, karena jika mengamati suatu titik dalam roda maka akan memiliki sudut yang sama jika ditarik dari titik tengah roda dimanapun titik tersebut berada. Selain itu, titik tersebut pasti akan mengalami semua kondisi, bukan hanya atas bawah, tapi keadaan miring ke kiri, miring ke kanan, juing dan lain sebagainya. 

Titik tersebut seperti menggambarkan kehidupan manusia. Semuanya terintegrasi dalam sebuah jiwa dan hati nurani yang dilengkapi dengan otak yang dilengkapi neuron-neuron tercanggih se-alam semesta.
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki derajat yang sama di hadapan Tuhan, tidak ada yang dikatakan si kaya, si miskin, si cantik, ataupun si buruk rupa. Semuanya sama, manusia yang lengkap seutuhnya. Namun, Tuhan tetap membedakan manusia sesuai dengan tingkat ketaatannya kepada-Nya. Yaitu orang-orang yang menjauhi dan tidak ikut serta dalam segala larangan-Nya dan mentaati segala perintah-Nya. Sepertinya terkesan teoritis, bagi pembaca seperti saya (baca : ABG =D), kata-kata seperti itu malah meninabobokan dan tidak gaul lah ya.. Namun, kalau manusia berada dalam keadaan yang sangat kritis membutuhkan pertolongan pasti akan muncul penyesalan mengapa tidak taat kepada Tuhan. Bahkan, perampok yang telah membunuh 99 orang dan menggenapkannya menjadi seratus dengan nyawa seorang ulama yang bilang kepadanya bahwa dia tidak akan diampuni Tuhan, sudah pasti merasakan penyesalan yang sangat dalam karena telah menyia-nyiakan hidup untuk tidak taat terhadap-Nya. 

Hasil dari ketaatan kepadan-Nya mungkin tak bisa diukur dengan seberapa kaya kita, seberapa pintar dan seberapa ganteng dan banyak orang yang suka kepada kita. Banyak orang kaya yang hatinya merasa gersang dan tidak bahagia, apalagi si miskin yang selalu uring-uringan dalam setiap harinya. Buah dari ketaatan kita kepada-Nya  terasa oleh jiwa kita yaitu ketenangan batin yang maha dashyat. 

saking Maha Dashyatnya rasa tenang itu akan berbuah manis menghasilkan jiwa pantang menyerah dan pasrah atas segala kuasa-Nya. 

wallahu alam
saya menulis bukan karena tahu, saya hanya manusia biasa seperti roda yang berputar. 
Keep Istiqomah =P

Rabu, 28 Desember 2011

TUJUAN HIDUP


Kurang lebih selama 22 tahun saya telah berkeliling di dunia ini. Bermula dari fase balita, masuk SD dengan ingusnya kemudian SMP lengkap dengan culunnya kemudian naik ke fase ABG di SMA bahkan sampai remaja akhir di kuliahan. 

Semuanya hanya untuk satu TUJUAN : IBADAH. 

Hal itu yang saya ingat ketika pelajaran Agama SMP, firman Allah swt dalam salah satu suratnya (saya lupa -_-) yaitu "Sesungguhnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah ". 

Maka, sejak bangun tidur-mandi-makan-aktivitas-nonton tv-sampai ke tidur lagi-bahkan ketika tidurpun semuanya harus bernilai ibadah. Namun saya masih belum tahu atau definisi yang lebih tepat untuk "ibadah" itu apa menurut para ulama. Setahu dan sepengalaman saya yang masih awam ini ibadah adalah segala sesuatu yang kita lakukan dari yang terkecil sampai terbesar yang dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha Nya. 

Saya jadi inget, saking hapalnya sama definisi "sorangan" pada suatu ketika di zaman dulu kala sebelum ngepel di rumah, pasti baca robby zidny ilma wa juqni fahma. Selidik punya selidik, ga ada hubungannya juga arti doanya, hihi.. padahal dengan bismillah juga cukup.

 Seiring dengan bertambahnya umur, dan berkorelasi dengan berkurangnya umur. Makin banyak asupan gizi dari segi ilmu, makanan, pergaulan dan gaya hidup. Ternyata bermula dari fase ABG, pikiran spiritual semakin terkikis ketika kita tidak menemukan lingkungan yang tepat. Hal ini karena gempuran fashion yang berlomba semakin menjadi, zaman dulu mana ada anak smp punya facebook??, zaman dulu mana ada anak SMP punya hp Touch Screen atau BB?? Selain fashion, ditambah lagi gempuran gaya hidup, mana ada mahasiswa yang tiap week-end nonton ke bioskop, atau hang out karaokean. Tentu saja, saya tidak mengatakan hal tersebut salah. TAPI, harus dijaga agar tidak kebablasan karena berlebih-lebihan. Rasul pun senang dengan silaturahmi, tak pernah menutup diri. Tapi beliau tetap mulia.  

Bahkan, terkikisnya pikiran spiritualitas juga dapat bermula dari lingkungan yang dicap agamis. Semakin maraknya oknum yang menamakan dirinya menjunjung Islam namun hanya berkedok untuk mendapatkan kejayaan kelompok. 

Karena itu, menurut saya yang AWAM lebih baik memilih di pertengahan di antara kedua kelompok tadi. Saya tidak takut, ketika ada orang yang bilang saya tidak mempunyai pilihan. karena saya memilih di pertengahan itu pun hak saya. 

Ya Tuhan
Tunjukkilah aku jalan yang lurus. 
Hingga aku bisa bertemu di dengan-Mu







Minggu, 04 Desember 2011

perjuangan meraih S.Pd

Setelah perjuangan melakukan penelitian, hasil dan semua kendala atau apapaun itulah namanya kemudian dituangkan dalam bentuk SKRIPSI. Aneh bin ajaib, proses pembuatan skripsi ini saya buat dalam waktu kurang lebih dua minggu. Skripsi saya mulai buat tepat pada waktu 03 Oktober 2011 dan draft skripsi dikumpulkan 21 Oktober 2011. 

Alhamdulillah wa sukrillah, dalam perjuangan membuat skripsi saya tidak sendiri tapi  berjuang bersama dengan teman-teman yang lain. Memang benar, kita akan lebih kuat ketika bersama-sama. Makasih banyak buat Mamay, Laili dan Rini. Trio wanita tangguh yang menginspirasi saya untuk terus berjuang ketika menulis skripsi. 

Perjalanan pembuatan skripsi telah menorehkan kisah yang tak terlupakan. Pengalaman yang sangat saya ingat adalah pada tanggal 2 Oktober 2011 bertempat di rumah dosbin 2, saya dan teman-teman berkunjung untuk bimbingan. Teman-teman yang lain sudah melakukan penelitian, sedangkan saya datang dengan muka "innocent" setelah menghilang selama 1 bulan memberanikan diri untuk menghadap bermodal bahan angket + media flash yang telah diperbaiki. 

Jujur, perasaan bimbingan waktu itu adalah Tidak KARUAN = NERVOUS. 

Namun, hasil bimbingan kali ini sungguh di luar dugaan. Saya sekonyong-konyong diberikan arahan untuk melakukan ujian sidang pada Bulan Oktober 2011. Saya hanya bisa tersenyum pada waktu itu. Saya sebenarnya merasa "yakin tidak yakin", kalau dibayangkan sekali lagi untung saja saya memiliki jiwa yang SANGAT nekat SEKALI dan tak peduli kata orang. Karena, ENTAH DARI MANA DATANGNYA, saya yakin ketika dosbin telah menyuruh untuk melakukan ujian sidang. pastilah beliau telah percaya atas apa yang telah saya lakukan selama ini. Namun, ada satu beban tersembunyi yang saya rasakan yaitu "SAYA TIDAK BOLEH MENGECEWAKAN BELIAU" 

Sungguh, selama dua minggu pembuatan skripsi saya merasakan lelah luar biasa. Apalagi saya adalah mahasiswa yang hanya tinggal dalam sebuah kosan, tak ada kasur empuk, selimut hangat, makanan yang mencukupi, orang tua yang menyupport, dan lain sebagainya. Namun, saya tidak mau kalah. Akhirnya saya hanya memasrahkan apa yang telah saya lakukan kepada yang memiliki diri ini yaitu Allah swt. 

Sempat saya kirim SMS ke mamah isinya : "MAMAH INA CAPE"
Alhamdulillah, mamah terus menguatkan saya hingga membuat saya memiliki kembali kekuatan yang hilang. 

Saya mengakui ketika dalam perjuangan apapun, cape, lelah, jenuh, bosan akan hinggap dalam hati kita. namun, perhatikanlah orang-orang yang selalu ada di saat kita terluka, di saat kita tersakiti. Maka, tegakkanlah pundak kalian, dan tetap BERJUANG bagi mereka. 

"Jika kau telah lelah berjuang, maka berjuanglah untuk orang-orang yang menyayangi diri"
(Herdiani, 2011)




Sabtu, 03 Desember 2011

Galau Skripsi Berakhir ^^v

Pada hari jum'at tanggal 28 Oktober 2011, Alhamdulillah saya dengan nama Dina Herdiani dinyatakan lulus menjadi Sarjana pendidikan Kimia dengan yudisium CumLaude ^^v. 

Akhirnya kewajiban saya terhadap orang tua untuk menyelesaikan kuliah berakhir. ^^

Dengan bangga saya persembahkan judul Skripsi yang telah MEMBERIKAN PENGETAHUAN+PENGALAMAN + sedkit stress +galau+alay juga, yaitu : 
PENGEMBANGAN REPRESENTASI KIMIA SEKOLAH BERBASIS INTERTEKSTUAL PADA SUBMATERI MASSA ATOM RELATIF DALAM BENTUK MULTIMEDIA PEMBELAJARAN.

Menengok pengalaman skripsi dan sidang yang saya lalui, saya ingin berbagi cerita + curhatan sidang yang saya alami. Bagi yang mau menyontek *sensasi gila* saya mangga, tapi kalau tidak bisa diterima juga harap lah anda berlapang dada karena kita semua tak akan pernah memiliki kisah yang sama. ^_^

Sensasi Bimbingan Skripsi : 
  • Jangan ngotot sama pendapat Dosen Pembimbing, ikutin aza apa yang disuruh. karena dosen pembimbing itu kayak orang tua kita memiliki banyak pengalaman. Bahkan, kalau kita ngerasa langkah yang kita lakuin salah dalam penelitian kadang kala dosbin sudah mengetahuinya. tapi, pura-pura ga tau aza untuk menilai dan mengetahui bagaimana respon kita ketika menghadapi masalah. Take it easy aza. Tapi, jangan jadi mahasiswa penurut banget, bisa jadi pengennya skripsinya cepet tapi malah sudah 2 tahun ga kelar-kelar. Maksudnya jangan penurut banget itu, kita kan udah ngelakuin apa yang dosbin pinginin. Misalkan ingin A, tapi pas bimbingan berikutnya dosbinnya pingin B, pingin C, dan pingin-pingin yang lainnya. Kita kan sudah gede, pasti lah punya argumentasi untuk mempertahankan si A yang sudah kita lakuin. Jangan lupa, siapin tampang yang manis, baju yang rapi, raut muka yang ramah ketika berargumen. 
  • Rajin dan Rutin bimbingan. barangsiapa rajin bimbingan pasti akan diingat sama dosbin kita. Berdasarkan pengalaman saya, alhamdulillah dina termasuk mahasiswa yang minimal mungkin seminggu sekali bimbingan. Tapi namanya juga skripsi, pasti akan terasa masa-masa sulit, masa ngedrop, nah saya absen bimbingan selama sebulan. Dan hasilnya apa? Dosbin saya berkoar kepada mahasiswa bimbingan lainnya : "Dina KEMANA?". Nah, secara otomatis ketika ditanyakan oleh dosbin mau tidak mau saya harus bertatap muka dengan dosbin. hehe... 
  • Sopan santun Janjian Bimbingan. Biasanya kalau mau bimbingan, mau tidak mau bagi anda yang kaku berhadapan dengan dosen. Anda harus meluweskan diri anda dengan selalu meng-SMS dosbin dengan bahasa yang sopan, dan INGAT: JANGAN MEMAKSA. Saya tidak tahu, apakah SMS saya sudah sopan atau tidak memaksa, tapi yang saya alami adalah : Dosen saya selalu SMS kalau bimbingan nya tidak jadi, atau alasan lain untuk meminta tanda tangan sekalipun, anehnya Dosbin   sms sebelum saya meng-SMS beliau. Bahkan, ketika saya harus berhubungan dengan Dosen Validasi dari lintas Jurusan, Dosen tsb menelepon saya dan menjanjikan pertemuan validasi pada hari berikutnya. Pokoknya it's amazing. 
*bersambung ke Sensasi Sidang