Halaman

Rabu, 28 Desember 2011

TUJUAN HIDUP


Kurang lebih selama 22 tahun saya telah berkeliling di dunia ini. Bermula dari fase balita, masuk SD dengan ingusnya kemudian SMP lengkap dengan culunnya kemudian naik ke fase ABG di SMA bahkan sampai remaja akhir di kuliahan. 

Semuanya hanya untuk satu TUJUAN : IBADAH. 

Hal itu yang saya ingat ketika pelajaran Agama SMP, firman Allah swt dalam salah satu suratnya (saya lupa -_-) yaitu "Sesungguhnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah ". 

Maka, sejak bangun tidur-mandi-makan-aktivitas-nonton tv-sampai ke tidur lagi-bahkan ketika tidurpun semuanya harus bernilai ibadah. Namun saya masih belum tahu atau definisi yang lebih tepat untuk "ibadah" itu apa menurut para ulama. Setahu dan sepengalaman saya yang masih awam ini ibadah adalah segala sesuatu yang kita lakukan dari yang terkecil sampai terbesar yang dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha Nya. 

Saya jadi inget, saking hapalnya sama definisi "sorangan" pada suatu ketika di zaman dulu kala sebelum ngepel di rumah, pasti baca robby zidny ilma wa juqni fahma. Selidik punya selidik, ga ada hubungannya juga arti doanya, hihi.. padahal dengan bismillah juga cukup.

 Seiring dengan bertambahnya umur, dan berkorelasi dengan berkurangnya umur. Makin banyak asupan gizi dari segi ilmu, makanan, pergaulan dan gaya hidup. Ternyata bermula dari fase ABG, pikiran spiritual semakin terkikis ketika kita tidak menemukan lingkungan yang tepat. Hal ini karena gempuran fashion yang berlomba semakin menjadi, zaman dulu mana ada anak smp punya facebook??, zaman dulu mana ada anak SMP punya hp Touch Screen atau BB?? Selain fashion, ditambah lagi gempuran gaya hidup, mana ada mahasiswa yang tiap week-end nonton ke bioskop, atau hang out karaokean. Tentu saja, saya tidak mengatakan hal tersebut salah. TAPI, harus dijaga agar tidak kebablasan karena berlebih-lebihan. Rasul pun senang dengan silaturahmi, tak pernah menutup diri. Tapi beliau tetap mulia.  

Bahkan, terkikisnya pikiran spiritualitas juga dapat bermula dari lingkungan yang dicap agamis. Semakin maraknya oknum yang menamakan dirinya menjunjung Islam namun hanya berkedok untuk mendapatkan kejayaan kelompok. 

Karena itu, menurut saya yang AWAM lebih baik memilih di pertengahan di antara kedua kelompok tadi. Saya tidak takut, ketika ada orang yang bilang saya tidak mempunyai pilihan. karena saya memilih di pertengahan itu pun hak saya. 

Ya Tuhan
Tunjukkilah aku jalan yang lurus. 
Hingga aku bisa bertemu di dengan-Mu







Tidak ada komentar:

Posting Komentar