Halaman

Minggu, 04 Desember 2011

perjuangan meraih S.Pd

Setelah perjuangan melakukan penelitian, hasil dan semua kendala atau apapaun itulah namanya kemudian dituangkan dalam bentuk SKRIPSI. Aneh bin ajaib, proses pembuatan skripsi ini saya buat dalam waktu kurang lebih dua minggu. Skripsi saya mulai buat tepat pada waktu 03 Oktober 2011 dan draft skripsi dikumpulkan 21 Oktober 2011. 

Alhamdulillah wa sukrillah, dalam perjuangan membuat skripsi saya tidak sendiri tapi  berjuang bersama dengan teman-teman yang lain. Memang benar, kita akan lebih kuat ketika bersama-sama. Makasih banyak buat Mamay, Laili dan Rini. Trio wanita tangguh yang menginspirasi saya untuk terus berjuang ketika menulis skripsi. 

Perjalanan pembuatan skripsi telah menorehkan kisah yang tak terlupakan. Pengalaman yang sangat saya ingat adalah pada tanggal 2 Oktober 2011 bertempat di rumah dosbin 2, saya dan teman-teman berkunjung untuk bimbingan. Teman-teman yang lain sudah melakukan penelitian, sedangkan saya datang dengan muka "innocent" setelah menghilang selama 1 bulan memberanikan diri untuk menghadap bermodal bahan angket + media flash yang telah diperbaiki. 

Jujur, perasaan bimbingan waktu itu adalah Tidak KARUAN = NERVOUS. 

Namun, hasil bimbingan kali ini sungguh di luar dugaan. Saya sekonyong-konyong diberikan arahan untuk melakukan ujian sidang pada Bulan Oktober 2011. Saya hanya bisa tersenyum pada waktu itu. Saya sebenarnya merasa "yakin tidak yakin", kalau dibayangkan sekali lagi untung saja saya memiliki jiwa yang SANGAT nekat SEKALI dan tak peduli kata orang. Karena, ENTAH DARI MANA DATANGNYA, saya yakin ketika dosbin telah menyuruh untuk melakukan ujian sidang. pastilah beliau telah percaya atas apa yang telah saya lakukan selama ini. Namun, ada satu beban tersembunyi yang saya rasakan yaitu "SAYA TIDAK BOLEH MENGECEWAKAN BELIAU" 

Sungguh, selama dua minggu pembuatan skripsi saya merasakan lelah luar biasa. Apalagi saya adalah mahasiswa yang hanya tinggal dalam sebuah kosan, tak ada kasur empuk, selimut hangat, makanan yang mencukupi, orang tua yang menyupport, dan lain sebagainya. Namun, saya tidak mau kalah. Akhirnya saya hanya memasrahkan apa yang telah saya lakukan kepada yang memiliki diri ini yaitu Allah swt. 

Sempat saya kirim SMS ke mamah isinya : "MAMAH INA CAPE"
Alhamdulillah, mamah terus menguatkan saya hingga membuat saya memiliki kembali kekuatan yang hilang. 

Saya mengakui ketika dalam perjuangan apapun, cape, lelah, jenuh, bosan akan hinggap dalam hati kita. namun, perhatikanlah orang-orang yang selalu ada di saat kita terluka, di saat kita tersakiti. Maka, tegakkanlah pundak kalian, dan tetap BERJUANG bagi mereka. 

"Jika kau telah lelah berjuang, maka berjuanglah untuk orang-orang yang menyayangi diri"
(Herdiani, 2011)




Tidak ada komentar: