Coretan ini mungkin sebagai salah satu pengakuan dosa untuk diriku sendiri.Mencoba tuk berkaca kembali mengenai hakikat diri.Mencoba tuk mengambil hikmah dari semua tragedi ataupun episode kehidupanku.
Cerita yang ingin kubagi kali ini adalah mengenai skripsiku, tak bosannya mengulas skripsi sampai beberapa cerita yang tak kunjung berakhir. Tapi yakinlah wahai diri, bahwa ini akan berakhir in right time. :)
Satu per satu, kini teman-teman di Kimia UPI angkatan 2007 bersiap-siap untuk menggelar sidang. Pertanyaan yang ingin segera ku dapatkan jawabannya adalah :
hm.mKapan Dina Herdiani sidang? Kapan Dina Lulus?
Galau luar biasa jika ada teman, adik, kakak, orang tua, ataupun orang yang ketemu di jalan bertanya. Udah lulus? Dan saya hanya menjawabnya dengan senyuman penuh arti. hehehe... Waduh pengennya si secepatnya mas, mbak, dek, mbok, mbah....
Andai kalian tahu jeritan, ataupun bisikan hati ini..:)
Tapi kenyataannya, saya memang belum bisa segera mewujudkan keinginan itu. Satu permasalahan yang membuat sidang, skripsi saya mundur adalah banyak dosa yang telah saya lakukan selama ini.
Jika melihat ke belakang, tingkat 1, tingkat 2, sungguh luar biasa. Dina yang santun, dina yang baik, dina yang penolong, dina yang selalu menyegerakan shalat, dina yang tak pernah meninggalkan tahajud, duha, mengaji, almatsurat, dina yang menjaga dirinya dari perbuatan, perkataan yang sia-sia.
Maka, jika kau dekat dengan-Nya. Sungguh, kau akan dimudahkan dalam hal apapun. menengok kembali nilai-nilai kuliah yang tak pernah ku duga di tingkat 1 dan 2. Namun, seiring menurunnya grafik ruhiyahku di tingkat 3 dan 4, maka grafik prestasi kuliahku pun ikut menurun..Dan kini puncak perjuanganku kuliah S1: SKRIPSI
Pertanyaannya sekarang? kemanakah dina yang dulu?
Wahai diri, siapakah kamu ini sekarang? untuk menjalankan shalat subuh pun, harus penuh perjuangan.
yaa...semua yang dulu begitu lekat dalam diriku, entah knapa luntur satu per satu.Itulah yang menghambat skripsi dan sidangku sekarang. Karena ketika ruhiyah kita kotor, maka ghirah untuk melaksanakan kewajiban pun tak akan pernah muncul.
Rabb, perkenankanlah dina untuk bisa membasuh diri.
Tak ada lagi tempat mengadu, tak ada lg tempat meminta.hanya kepada-Mu, yang memiliki jiwa lemah ini.
perkenanlah dina untuk merubah semuanya kembali.
Karena ini semua, telah Engkau desain secara sempurna untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar