Akankah mata akan tetap menjadi petunjuk
Di kala pintu berada di depannya
Di kala asa membayangi jiwanya
Akankah mulut kan menjaga
Di kala yang melenceng perlu diingatkan
Di kala hati mulai risau
Akankah raga kan membantu
Di kala saudara membutuhkan nya
Di kala tangis mulai mengiba dirimu
Bukan kata “akankah” yang perlu kau risaukan wahai Jiwa
Terus lah menundukkan diri dari dunia
Teruslah mencari cahaya hingga ajal menjelang
Karena “akankah” kan terjawab sesuai waktu-Nya
Karena “akankah” kan terbuka dengan lautan ilmu-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar